Sunday, July 24, 2011

Kesehatan Reproduksi

Makalah AKBID Haji Amirullah Makassar





KATA PENGANTAR

Puji serta syukur dipanjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya  sehingga Tugas Kelompok berupa makalah ini sebagai tugas mata kuliah dengan judul “KESEHATAN REPRODUKSI” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun terutama dari dosen mata kuliah serta pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap semoga hasil dari penulisan makalah ini kelak dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan.

Makassar ,21 Maret 2010

Penulis





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                        
A.     LATAR BELAKANG                                                                                           
B.     TUJUAN PENULISAN                                                                                         
C.     SISTEMATIKA PENULISAN                                                                               
BAB II PEMBAHASAN
A.     PENGERTIAN KESEHATAN REPRODUKSI
B.     FAKTOR BERDAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN REPRODUKSI
                                                                                                                             
BAB III PENUTUP
A.     KESIMPULAN                                                                                                     
B.     SARAN                                                                                                                
DAFTAR PUSTAKA





BAB I 
PENDAHULUAN

                                                                                                 
A.    LATAR BELAKANG
Persoalan kesehatan reproduksi bukan hanya mencakup persoalan kesehatan reproduksi wanita secara sempit dengan mengaitkannya pada masalah seputar perempuan usia subur yang telah menikah, kehamilan dan persalinan, pendekatan baru dalam program kependudukan memperluas pemahaman persoalan kesehatan reproduksi. Dimana seluruh tingkatan hidup perempuan merupakan fokus persoalan kesehatan reproduksi. Secara tematik, ada lima kelompok masalah yang diperhatikan dalam kesehatan reproduksi, yaitu kesehatan reproduksi itu sendiri, keluarga berencana, PMS dan pencegahan HIV/AIDS, seksualitas hubungan manusia dan hubungan gender, dan remaja. Secara lebih spesifik, berbagai masalah dalam kesehatan reproduksi adalah perawatan kehamilan, pertolongan persalinann, infertilitas, menopause, penggunann kontrasepsi, kehamilan tidak dikehendaki dan aborsi baik pada remaja maupun pasangan yang telah menikah, PMS dan HIV/AIDS (berkaitan dengan prostitusi, homoseksualitas, gaya hidup dan praktek tradisional), pelecehan dan kekerasan pada perempuan, pekosaan, dan layanan dan informasi pada remaja.

B.     TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.      Agar mahasiswa mampu memahami tentang pengertia kesehatan reproduksi
2.      Agar mahasiswa mampu memahami tentang factor yang berddampak buruk bagi kesehtan reproduksi

C.     SISTEMATIKA PENULISAN
Adapun sistematika penuliasan makalah ini yakni BAB I merupakan BAB pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II merupakan BAB pembahasan. Sementara BAB III merupakan BAB penutup yang tediri dari kesimpulan dan saran.


BAB II 
PEMBAHASAN


A. Pengertian Kesehatan Reproduksi 
Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta prosesprosesnya. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi berarti orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan dan aman, dan bahwa mereka memiliki kemapuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya, bilamana dan seberapa seringkah. Termasuk terakhir ini adalah hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap cara - cara keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau, pengaturan fertilitas yang tidak melawan hukum, hak memperoleh pelayanan pemeliharaan kesehatan kesehatan yang memungkinkan para wanita dengan selamat menjalani kehamilan dan melahirkan anak, dan memberikan kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat. Sejalan dengan itu pemeliharaan kesehatan reproduksi merupakan suatu kumpulan metode, teknik dan pelayanan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan reproduksi melalui pencegahan dan penyelesaian masalah kesehatan reproduksi. Ini juga mencakup kesehatan seksual, yang bertujuan meningkatkan status kehidupan dan hubungan-hubungan perorangan, dan bukan semata-mata konseling dan perawatan yang bertalian dengan reproduksi dan penyakit yang ditularkan melalaui hubungan seks.

B.     Faktor Berdampak Buruk  Bagi Kesehatan Reproduksi
Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi:
a)     Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil);
b)      Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dsb);
c)      Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja, depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita terhadap pria yang membeli kebebasannya secara materi, dsb);
d)     Faktor biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual, dsb).
Pengaruh dari semua faktor diatas dapat dikurangi dengan strategi intervensi yang tepat guna, terfokus pada penerapan hak reproduksi wanita dan pria dengan dukungan disemua tingkat administrasi, sehingga dapat diintegrasikan kedalam berbagai program kesehatan, pendidikan, sosial dam pelayanan non kesehatan lainyang terkait dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan reproduksi.

Beberapa wanita karena pekerjaannya yang mengggunakan bahan kimia, akan mengalami kesulitan mempunyai anak.Beberapa orang lelaki lainnya akan mengalami penurunan kualitas sperma karena jok tempat duduk di mobilnya panas. Ada juga beberapa eksekutif yang mengalami gairah seksual serta beberapa wanita karier yang mengalami frigiditas.
Secara relatif masih sedikit yang diketahui mengenal kemungkinan efek lingkungan pekerjaan terhadap infertilitas pria. Lingkungan yang sangat panas dapat menekan spermatogenesis. Pemaparan kronis pada logam berat, seperti timah, kadmium dan air raksa atau bahan-bahan lain seperti pestisida, herbisida, karbon disulfat dapat juga mengurangi fertilitas.(klinik andrologi)
Beberapa gangguan reproduksi yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu:
1.      Pranikah
a)      Kerusakan sperma
Penyebab : dioxin, anesthetic gates
b)      Mandul
Penyebab: timah hitam, cadmium, chlodecone, dibromochlopropane
2.      Nikah (gravid)
a)      Abortus
Penyebab : kerja berat, cytotoxic drug
b)      Prematur
Penyebab: ionizing radiation
c)      Lahir cacat
Penyebab : menthyl mercuri, ionizing radiasi(1)



BAB III 
PENUTUP


A.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulannya bahwa kesehtan reproduksi adaalah kesehtan secara fissik,mental, dan kesejahteraan social secra utuh pada semua hal yang berhubungan dengan system, fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas penyakit atau kecacatan. Dimana kesehatan reproduksi itu sendiri sangat dipengaruhi dari lingkungan sekitarnya.
B.       SARAN
Saran yang dapat diberikan yaitu, kita selaku mahasiswa mampu memberikan konseling tentang betapa pentingnya kesehtan reproduksi iutu sendiri bagi kesejahteraan hidup.







DAFTAR PUSTAKA

Buchary. Penyakit akibat kerja dan penyakit terkait kerja. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [28 screen].
Harahap Juliandi. Kesehatan reproduksi. [online]. 2003. [Cited on, 2009 January 13]. [13 screen].
 Available from:
IDKI. Seminar kesehatan kerja gangguan reproduksi. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [4 screen].




No comments:

Post a Comment

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.